Kejadian ini berlaku apabila lelaki ini tiba kawasan tanah perkuburan untuk melawat kubur bapanya di Keputih Surabaya. Selang 3 kubur dari kubur bapanya, terbaring sekujur tubuh kucing berwarna putih yang kelihatan nazak dan mungkin tidak bernyawa.

Menurut penjaga kubur di situ, kucing itu telah tidak berganjak dari kedudukannya walaupun hujan turun dengan lebatnya.

Pada mulanya lelaki ini ingat kucing tersebut telah mati. Tetapi pada saat di mendekatinya, kucing tersebut masih bernafas! Meskipun dalam keadaan tidak menentu, dengan badannya masih basah kuyup dan tidak terurus.

Dia cuba mengambil kucing tersebut, namun ia memberi reaksi yang agak agresif serta mencakar dan mahu menggigit, seolah – olah tidak mahu dialihkan dari situ. Apakah dia mahu menghabiskan hari – hari terakhir sisa – sisa hidupnya di situ ?

Loading...

Menurut penjaga kubur lagi, kucing itu sering berada di kubur itu sejak kecil lagi dan kubur tersebut memang menjadi tempat ia selalu berada. Apakah hubungan di antara pemilik kubur tersebut dengan kucing itu, tidak diketahui sebabnya.

Oleh kerana tidak mahu membiarkannya di situ, lelaki ini kemudiannya pulang dan kembali semula ke kubur tersebut dengan membawa sangkar.

Kucing itu kini sedang menjalani rawatan. Terima kasih kerana saudara ini telah perihatin dan membawa kucing tersebut ke tempat yang lebih selamat.

Namun kita boleh merancang dan Tuhan yang menentukan. Perkhabaran terkini yang dimaklumkan bahawa kucing ini tewas ketika sedang mendapat rawatan. Semoga ia tenang di sana, barangkali berjumpa dengan orang yang dirinduinya… Selamat Jalan.

Sejarah Membuktikan Kesetiaan Kucing

Kisah kesetiaan binatang sering diasosiasikan pada anjing saja. Anda tentu mengenal kisah Hachiko yang terkenal itu, yang menunjukkan kesetiaan seekor anjing pada majikannya. Selain setia, anjing juga dikenal pandai mencari jejak sehingga dapat dengan mudah pulang ke rumah mereka. Namun siapa sangka kalau kucing pun merupakan seorang pencari yang lihai. Bahkan dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa kucing memiliki sistem GPS canggih yang membuatnya mampu mencari suatu tempat, termasuk tempat majikan mereka yang hilang.

Pooh (322 km) Seorang pendeta dan keluarganya pindah dari Long Island ke Georgia di tahun 1972 dan memberikan kucing mereka, Pooh, kepada seorang kawan karena anak perempuan mereka alergi bulu binatang. Sayangnya, tak lama kemudian Pooh menghilang. Di bulan Mei, keluarga ini pindah lagi ke  South Carolina. Di tahun 1975, Pooh tiba-tiba muncul kembali di depan rumah baru keluarga itu, yang tak pernah ia singgahi sebelumnya.

Ranulph (483 km) Kucing hitam berusia 8 tahun ini diberi nama atas seorang penjelajah bernama Ranulph Fiennes. Kenyataannya, kucing ini juga seekor petualang karena menempuh jarak hampir 500 km dari Consett ke Archiestown di Skotlandia. Pemiliknya, Gill Bray menyerahkan Ranulph kepada temannya ketika ia harus pindah ke kota lain. Ranulph menempuh jarak ratusan kilometer dan kehilangan separuh berat badannya dalam perjalanan untuk kembali kepada majikannya. Untung Ranulph tiba tepat waktu sebelum Bray pindah ke Glasgow agar bisa lebih dekat dengan tempat kerjanya.

Murka (644 km) Di tahun 1987, Murka diadopsi oleh Vladimir Donsov di Moskow. Sayangnya, Murka memangsa dua ekor burung kenari milik Vladimir yang membuatnya marah sehingga memberikan Murka kepada ibunya di Voronezh. Dua tahun kemudian, Murka menghilang dari rumah ibu Vladimir dan tiba-tiba ia sudah berada di depan pintu apartemen Vladimir di Moskow dalam keadaan kotor, lapar, bunting, dan kehilangan ujung ekornya.

Ninja (1368 km)Di April 1996, Brent Todd dan keluarganya pindah dari Farmington, Utah ke Mill Creek yang berjarak sekitar 1.368 km. Mereka membawa serta kucing mereka yang berusia 8 tahun, Ninja. Sayangnya, seminggu kemudian Ninja melompati pagar dan menghilang. Lebih dari setahun kemudian, tepatnya pada 25 Mei 1997, Ninja ditemukan dalam keadaan kurus oleh tetangga Todd di rumah lama mereka di Farmington. Marilyn dan John Parker, tetangga Todd menawarkan untuk mengembalikan Ninja, tapi mereka memutuskan untuk membiarkan Ninja tinggal di sana.

Rusty (1529 km) Rusty membuat rekor kucing tercepat yang membutuhkan waktu untuk kembali di seluruh Amerika. Ia hanya membutuhkan waktu 83 hari dalam perjalanannya dari Boston ke Chicago di tahun 1949. Rusty diperkirakan menempuh jarak 1529 km itu dengan menumpang mobil, truk, serta kereta.
Howie (1931 km) Di tahun 1978, kucing Persia berusia 3 tahun ini meninggalkan rumah ketika ia dititipkan oleh majikannya, Kristen, yang akan berlibur ke luar negeri ke rumah neneknya. Namun tak lama kemudian Howie lenyap dan kembali ke rumah majikannya setahun kemudian. Howie menempuh jarak ribuan kilometer melampaui medan Australia yang cukup keras dan kembali dalam keadaan kotor dan terluka ke pelukan majikannya.
  • Sugar (2414 km) Kucing Persia berusia 2 tahun ini memiliki kelainan di bagian panggulnya, sehingga ia tidak nyaman jika harus bepergian dengan mobil. Akibatnya, Sugar tidak bisa ikut majikannya ke rumah baru mereka di Oklahoma, Amerika Serikat. Dengan berat hati keluarga itu memberikan Sugar kepada majikannya dan pindah ke tempat yang berjarak hampir 2.500 km dari rumah mereka di California. Dua minggu kemudian, Sugar menghilang. 14 bulan setelahnya, Sugar muncul di pintu majikan lamanya. Ia menempuh jarak 160 km per hari menuju tempat yang tak pernah ia ketahui sebelumnya.\

Kredit: Syahrial Ega Perkasa

Loading...